Pasar properti Indonesia makin memikat broker asing. Jumlah penduduk
yang menempati nomor empat di dunia dan kesenjangan antara suplai dengan
permintaan rumah menjadi pertimbangan. Salah satu agen properti asal
Amerika Serikat yang mencoba peruntungan di Tanah Air adalah RE/MAX, yang hari ini (27/1) melakukan launching.
“Pasar properti di setiap negara unik, begitu pula dengan Indonesia,” ungkap Larry Oberly, Vice President Global Franchise & Business Solutions RE/MAX, LLC, kepada Rumah dot com. “Kelemahan pasar properti Indonesia adalah regulasi yang belum baik, tetapi saya yakin ke depan akan jauh lebih baik lagi.”
Regulasi loan to value (LTV)
yang dikeluarkan Bank Indonesia juga jadi perhatian Larry. Menurutnya,
hal itu dilakukan untuk mencegah pasar properti dari overheating. “Hal ini juga dilakukan oleh pemerintah China dan Singapura,” katanya.
Saat
ditanya, apakah pasar properti Indonesia akan terjadi bubble, dia
dengan yakin mengatakan hal tersebut tidak akan terjadi. Pasalnya, saat
ini jumlah permintaan masih lebih tinggi dari suplai yang ada.
“Pasar
properti di Indonesia berbeda dengan di Amerika. Krisis properti di
Amerika, lebih disebabkan oleh pembiayaan yang buruk—bukan pasar
properti yang buruk. Saat itu, siapa saja bisa mendapat pembiayaan untuk
membeli rumah, bahkan ada yang mencapai 125% dari harga rumah,”
jelasnya panjang lebar.
Menanggapi kondisi pasar properti
Indonesia di tahun politik 2014, Larry menuturkan hal tersebut adalah
hal biasa. “Pasar properti selalu ada up and down. Mungkin akan terjadi sedikit shock, tetapi jangan panik, karena pasar akan kembali normal,” paparnya.
Boss Properti Indonesia memberikan penawaran-penawaran properti-properti hebat masih dengan harga pre-launch, sehingga para konsumen mendapatkan manfaat extra seperti harga terbaik dan unit terbaik.